Tuesday 17 February 2026 - 16:52
Ayatullah Khamenei: Yang Lebih Berbahaya daripada Kapal Induk adalah Senjata yang Menenggelamkannya ke Dasar Laut

Hawzah/ Pemimpin Tertinggi dalam menanggapi ancaman Amerika Serikat menyatakan: Yang lebih berbahaya daripada kapal induk adalah senjata yang dapat membawanya ke dasar laut.

Berita Hawzah – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ali Khamenei, dalam pertemuan akbar dengan ribuan warga Tabriz dan Provinsi Azerbaijan Timur pada pagi hari ini, menyebut tahun ini sebagai tahun yang luar biasa dan penuh peristiwa. Ia menilai “kemenangan bangsa dalam perang 12 hari”, “keberhasilan memadamkan fitnah besar dan berat pada bulan Dey”, serta “kehadiran megah rakyat dalam dua pawai besar pada 22 Dey dan 22 Bahman” sebagai tanda kekuatan dan vitalitas bangsa Iran.

Ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat “kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan persatuan nasional”, seraya menyatakan bahwa selain para pemimpin dan unsur perusak yang terhubung dengan musuh, seluruh syuhada dan korban tewas dalam kerusuhan, baik dari kalangan pasukan penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, warga sipil tak bersalah, maupun mereka yang terpedaya karena kepolosan dan kemarahan lalu ikut dalam kerusuhan, adalah anak-anak bangsa sendiri, dan seluruhnya diratapi serta didoakan.

Ayatullah Khamenei juga menegaskan perlunya kerja ekstra dari para pejabat pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan, mengendalikan inflasi, dan menjaga nilai mata uang nasional. Dalam bagian lain pidatonya, ia menyinggung campur tangan yang tidak pada tempatnya dan ancaman terbuka dari pejabat serta media Amerika Serikat terkait serangan terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa mereka sendiri mengetahui tidak sanggup menanggung konsekuensi dari ucapan dan tindakan tersebut, dan “tentara yang mengklaim sebagai yang terkuat di dunia” bisa saja menerima tamparan keras hingga tak mampu bangkit kembali. Ia menegaskan bahwa lembaga terkait telah siap menghadapi ancaman, dan rakyat hendaknya tetap tenang serta melanjutkan aktivitas dan kehidupan mereka.

Konsolidasi Nasional di Tengah Tekanan dan Ancaman Eksternal

Dalam pertemuan yang digelar menjelang peringatan kebangkitan bersejarah 29 Bahman 1356 (18 Februari 1978 M) di Tabriz itu, ia menyebut “ketepatan waktu, tindakan pada saat yang tepat, dan pengorbanan” sebagai ciri utama gerakan tersebut. Ia juga memuji kehadiran generasi muda Azerbaijan di berbagai medan, seraya menyatakan bahwa partisipasi dua kali lipat warga Tabriz dalam pawai 22 Bahman menunjukkan bahwa mereka, sebagaimana seluruh bangsa Iran, tetap hidup dan penuh semangat serta tidak akan tertipu oleh permainan politik dan tipu daya musuh.

Pemimpin Revolusi menyebut peristiwa tahun ini sebagai momentum berulang kali terungkapnya “keagungan, tekad, dan kemampuan bangsa Iran”. Ia menilai keteguhan dan demonstrasi kekuatan rakyat telah membuat Iran terhormat, dan para pejabat yang melakukan kunjungan luar negeri merasakan secara langsung penghormatan khusus terhadap bangsa Iran dalam pertemuan dengan para pemimpin negara lain.

Kerusuhan Dey Disebut Kudeta Terencana dengan Dukungan Asing

Terkait kerusuhan bulan Dey, ia menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar aksi sekelompok pemuda yang marah, melainkan “kudeta yang telah direncanakan”, yang pada akhirnya gagal dan dihancurkan oleh rakyat. Ia menyatakan bahwa badan intelijen Amerika Serikat dan rezim Zionis, dengan dukungan sejumlah negara lain, telah merekrut, melatih, serta mempersenjatai sejumlah elemen untuk melakukan sabotase dan menyerang pusat-pusat militer dan pemerintahan.

Menurutnya, tujuan utama dari aksi tersebut adalah mengguncang fondasi sistem, namun aparat keamanan, Basij, Garda Revolusi, dan masyarakat luas berdiri menghadapi para perusuh sehingga upaya tersebut mengalami kegagalan nyata dan rakyat menjadi pemenang.

Ia menyebut pawai besar 22 Dey dan 22 Bahman sebagai “tanda-tanda Ilahi” dan menekankan pentingnya menjaga keberhasilan tersebut dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan persatuan nasional.

Mengenai korban jiwa, ia menyatakan bahwa para pelaku utama yang menjadi dalang kerusuhan telah menerima balasan atas perbuatannya, sementara tiga kelompok korban lainnya, yakni aparat keamanan dan masyarakat yang mendampingi mereka, warga sipil tak bersalah, serta mereka yang terpedaya, dipandang sebagai anak-anak bangsa dan seluruhnya didoakan agar mendapat rahmat dan ampunan Ilahi.

Ia juga menyinggung pengakuan Amerika Serikat terkait pembentukan ISIS, dan memperingatkan bahwa “ISIS-ISIS baru” dapat muncul sehingga para pejabat dan masyarakat, khususnya generasi muda, harus waspada terhadap ajakan dan provokasi mereka.

Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa masyarakat menuntut penindakan terhadap dalang utama kerusuhan dan lembaga peradilan serta keamanan wajib mengadili serta menghukum mereka sesuai hukum. Ia menilai kemungkinan besar pola serupa akan menjadi rencana berikutnya dari Amerika Serikat terhadap Republik Islam, namun dengan kesiapan dan kesadaran rakyat, setiap upaya semacam itu akan digagalkan.

Pemimpin Revolusi dalam bagian lain pidatonya menyebut berbagai persoalan ekonomi, politik, dan sosial yang dihadapi Amerika Serikat sebagai tanda-tanda proses kemunduran dan keruntuhan imperium Amerika. Ia menyatakan bahwa persoalan utama Amerika dengan Iran adalah keinginannya untuk “menelan” Iran, namun bangsa Iran dan Republik Islam menjadi penghalang terwujudnya tujuan tersebut.

Ia juga menilai pernyataan-pernyataan bernada ancaman dari Presiden Amerika Serikat mencerminkan hasrat mereka untuk menguasai bangsa Iran. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran memahami dengan baik ajaran-ajaran Islam dan Syiah mereka, serta mengetahui kapan dan langkah apa yang harus diambil.

Sayyid Ali Khamenei dengan merujuk pada pernyataan bersejarah Husain bin Ali (as) bahwa “sosok sepertiku tidak akan berbaiat kepada sosok seperti Yazid”, menegaskan bahwa bangsa Iran juga menyatakan: bangsa dengan budaya, sejarah, dan khazanah nilai luhur seperti kami tidak akan berbaiat kepada para penguasa korup yang memimpin Amerika Serikat.

Ia menyebut terungkapnya berbagai skandal korupsi mengejutkan dalam kasus “pulau ternama yang tercemar” sebagai cerminan nyata peradaban dan demokrasi liberal Barat. Menurutnya, apa pun yang selama ini didengar tentang korupsi para elite Barat menjadi tidak seberapa dibandingkan dengan kasus pulau tersebut. Ia menambahkan bahwa kasus itu hanyalah satu contoh dari sekian banyak bentuk kerusakan mereka; sebagaimana kasus itu yang sebelumnya tersembunyi lalu terungkap, masih banyak hal lain yang pada waktunya akan terkuak.

Pemimpin Revolusi juga menyinggung atmosfer penuh ancaman dalam propaganda dan pernyataan para pejabat Amerika Serikat serta media Zionis yang berbasis di negara tersebut terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa rakyat Tabriz dan bangsa Iran pada 22 Bahman telah memberikan jawaban atas ancaman dan pernyataan kosong serta tidak bermakna itu, serta membuktikan bahwa ancaman bukan saja tidak berdampak, tetapi justru memperkuat motivasi bangsa.

Ali Khamenei menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat mengancam perang, mereka sendiri mengetahui bahwa karena berbagai persoalan politik, ekonomi, serta menyangkut reputasi dan kredibilitas internasionalnya, mereka tidak memiliki daya tahan untuk menanggung konsekuensi dari ancaman tersebut. Ia menambahkan, mereka sadar betul masa depan seperti apa yang menanti jika melakukan kesalahan.

Ia menyebut ketidaklogisan sikap Amerika sebagai salah satu tanda kemunduran imperium yang korup dan zalim itu. Menurutnya, contoh nyata dari ketidaklogisan tersebut adalah campur tangan dalam urusan Iran, termasuk dalam isu penting seperti persenjataan.

Hak Pertahanan dan Energi Nuklir Dinilai Tak Bisa Didikte Pihak Luar

Ia menilai kepemilikan persenjataan penangkal sebagai kebutuhan mendesak dan keharusan bagi bangsa. Setiap negara tanpa kemampuan pertahanan penangkal, katanya, akan mudah diinjak musuh. Namun Amerika, dengan mencampuri urusan persenjataan, menyatakan Iran tidak boleh memiliki jenis atau jangkauan rudal tertentu, padahal hal itu merupakan urusan bangsa Iran dan tidak ada kaitannya dengan mereka.

Pemimpin Revolusi juga menyebut campur tangan Amerika terhadap hak Iran dalam mengembangkan industri nuklir damai—untuk kebutuhan pengelolaan negara, medis, pertanian, dan energi—sebagai bentuk ketidaklogisan lain. Ia menegaskan bahwa hak atas fasilitas nuklir dan pengayaan telah diakui bagi semua negara dalam perjanjian dan regulasi International Atomic Energy Agency, sehingga intervensi Amerika terhadap hak nasional Iran menunjukkan pola pikir yang tidak teratur para pejabat mereka, baik dahulu maupun sekarang.

Ia mengkritik cara Amerika mengundang Iran untuk bernegosiasi, dengan mengatakan bahwa mereka mengajak berunding soal energi nuklir tetapi sejak awal sudah menetapkan bahwa hasilnya harus berupa penghentian energi nuklir oleh Iran. Menurutnya, menentukan hasil perundingan sebelum negosiasi dimulai adalah tindakan keliru dan tidak rasional, yang dilakukan oleh pemerintah, presiden, dan sebagian senator Amerika tanpa menyadari bahwa langkah tersebut justru membawa mereka pada jalan buntu.

Respons terhadap Ancaman Militer dan Penegasan Ketahanan Republik

Menanggapi ancaman berulang Presiden Amerika tentang kepemilikan tentara terkuat di dunia, ia menekankan bahwa bahkan tentara terkuat pun bisa saja menerima pukulan keras hingga tak mampu bangkit kembali. Terkait pengiriman kapal perang ke arah Iran, ia mengatakan bahwa kapal perang memang berbahaya, tetapi lebih berbahaya lagi adalah senjata yang mampu mengirimkannya ke dasar laut.

Ia juga merujuk pada pengakuan Presiden Amerika mengenai kegagalan menghancurkan Republik Islam setelah 47 tahun revolusi, dan menyebut pengakuan itu sebagai hal yang baik. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan pernah berhasil, karena Republik Islam bukanlah pemerintahan yang terpisah dari rakyat, melainkan bertumpu pada bangsa yang hidup, kokoh, dan terus bekerja serta berjuang demi kemajuan selama 47 tahun terakhir.

Ia menambahkan bahwa jika pada hari-hari awal revolusi musuh gagal mencabut “tunas kecil” Republik Islam, maka hari ini negara tersebut telah menjadi pohon yang kokoh, tinggi, dan berbuah, dengan berbagai potensi besar. Ia menyerukan kepada para pejabat pemerintah untuk memanfaatkan potensi itu dengan menggandakan upaya, guna memperbaiki inflasi dan penurunan nilai mata uang nasional yang dinilainya tidak rasional, seraya menyatakan optimisme bahwa perbaikan akan terwujud.

Pemimpin Revolusi menekankan pentingnya kelanjutan serius dan cermat dari program-program yang telah dimulai, penyelesaian masalah, serta penenangan iklim usaha. Ia menyatakan bahwa jika ada ancaman, maka perangkat untuk menetralisir ancaman juga tersedia; karena itu rakyat hendaknya tanpa kekhawatiran melanjutkan pekerjaan, kehidupan, pendidikan, usaha, dan perdagangan mereka.

Ia juga menyebut ketenangan dan rasa percaya diri nasional sebagai hal yang mendesak, serta berharap Tuhan menganugerahkan ketenangan dan keyakinan hati kepada seluruh rakyat dan memberikan keberhasilan kepada para pejabat dalam menjalankan tugas mereka.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha